Secara keseluruhan, ketiga jembatan gantung itu memiliki karakteristik konstruksi berbeda sesuai kebutuhan masing-masing lokasi. Namun, ketiganya memiliki fungsi yang sama, yakni mengembalikan akses masyarakat yang terganggu akibat bencana.
Pemulihan akses tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas sehari-hari. Berfungsinya kembali jembatan juga berkaitan dengan kegiatan pertanian, pendidikan, kesehatan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, kerusakan infrastruktur akibat bencana dapat menghambat pergerakan masyarakat yang menggunakan akses tersebut. Dengan pembangunan kembali, masyarakat di kawasan terdampak kini mendapatkan kembali jalur penghubung yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas.
BPJN Sumatera Barat menyebut pembangunan kembali tiga jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari pemulihan konektivitas masyarakat terdampak bencana.
Keberadaan ketiga jembatan juga memiliki peran bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas pertanian. Akses yang kembali tersedia diharapkan dapat membantu kelancaran pergerakan warga dalam menjalankan kegiatan ekonomi di wilayah masing-masing.
Untuk sektor pendidikan dan kesehatan, konektivitas yang pulih juga diharapkan mendukung mobilitas masyarakat menuju fasilitas yang dibutuhkan. Begitu pula dengan kegiatan sosial yang bergantung pada akses antarwilayah.
Pembangunan kembali tiga jembatan gantung di Pesisir Selatan itu sekaligus menunjukkan pemulihan infrastruktur tidak hanya berfokus pada jalan utama. Jembatan penghubung masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mengembalikan aktivitas warga setelah terjadi bencana.