Jembatan kedua yang selesai dibangun kembali adalah Jembatan Gantung Limau Gadang–Batu Kunik. Infrastruktur tersebut berada di Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai.
Jembatan ini memiliki panjang bentang 80 meter dan lebar jalur 1,8 meter. Struktur atasnya menggunakan rangka baja tipe rigid simetris.
Pada bagian pondasi, pylon dan angkur jembatan menggunakan sumuran dengan diameter 3 meter serta kedalaman 4 meter. Jembatan tersebut sebelumnya terdampak banjir pada 2024 sehingga pembangunan kembali dilakukan untuk mengembalikan akses masyarakat.
Dengan kembali berfungsinya jembatan tersebut, akses warga di kawasan Limau Gadang–Batu Kunik diharapkan menjadi lebih mudah. Infrastruktur itu juga ditujukan untuk mendukung kegiatan perekonomian serta aktivitas pertanian masyarakat.
Jembatan ketiga adalah Jembatan Gantung Duku–Subarang Solok yang berada di kawasan Tarusan. Jembatan ini memiliki bentang 100 meter dengan lebar jalur 1,8 meter.
Konstruksi Jembatan Gantung Duku–Subarang Solok memiliki tinggi pylon mencapai 13,5 meter. Struktur bagian atas menggunakan rangka baja tipe rigid simetris.
Sementara itu, bagian struktur bawah menggunakan bore pile pada pylon dan pondasi sumuran. Konstruksi tersebut juga dilengkapi sistem counterweight yang berfungsi menjaga kestabilan jembatan.
Jembatan Duku–Subarang Solok juga terdampak banjir pada 2024. Pembangunan kembali dilakukan agar akses masyarakat dapat digunakan lagi untuk mendukung berbagai aktivitas di kawasan tersebut.