Dalam pengejaran tersebut, petugas sempat memperoleh informasi bahwa para pelaku bergerak ke arah Bungus Teluk Kabung.
Polisi kemudian mengikuti jejak mereka hingga kawasan Teluk Bayur. Namun, pergerakan tersebut kembali menyulitkan petugas karena para pelaku diduga mengubah arah perjalanan sehingga polisi sempat kehilangan jejak.
Situasi berubah setelah jajaran TNI Angkatan Laut di Kodaeral II memberikan informasi kepada polisi. Tiga anak di bawah umur dilaporkan memasuki kawasan markas komando.
Informasi itu kemudian dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap ketiganya.
Hasilnya mengejutkan, tiga anak yang masuk ke kawasan markas komando tersebut ternyata merupakan orang yang sebelumnya telah diidentifikasi sebagai pelaku pencurian di Plaza Andalas.
“Rekan-rekan TNI AL menginformasikan kepada kami sehingga kami berkoordinasi dan mendatangi lokasi. Ternyata benar, tiga anak yang masuk ke markas komando Kodaeral II tersebut merupakan pelaku yang teridentifikasi melakukan pencurian di Plaza Andalas,” ujar Kasat Reskrim.
Kasus tersebut bermula dari laporan pencurian yang menyasar sejumlah toko ponsel. Berdasarkan penyelidikan sementara, barang yang diambil tidak hanya berupa ponsel, tetapi juga uang tunai dan pakaian.
Dari sejumlah barang yang dicuri, polisi masih melakukan pendataan dan penelusuran untuk mengetahui seluruh keberadaannya. Sebagian barang hasil kejahatan disebut sudah berpindah tangan.