Pemulihan tiga jembatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi masyarakat. BPJN Sumbar menyebut keberadaan infrastruktur itu juga berkaitan dengan aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pertanian, dan perekonomian warga.
Sebelumnya, gangguan terhadap jembatan akibat bencana membuat konektivitas masyarakat terganggu. Dengan selesainya pembangunan, akses yang sebelumnya terdampak kini kembali dapat dimanfaatkan.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumatera Barat menempatkan pembangunan tiga jembatan itu sebagai bagian dari upaya memulihkan konektivitas masyarakat Pesisir Selatan setelah bencana.
Jembatan Gantung Koto Rawang, Limau Gadang-Batu Kunik, dan Duku-Subarang Solok kini kembali menjadi jalur penghubung bagi masyarakat. Ketiganya mendukung kebutuhan warga mulai dari perjalanan menuju sekolah, akses pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian hingga kegiatan perekonomian.
Dengan rampungnya pembangunan 3 jembatan gantung Pesisir Selatan tersebut, akses masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat banjir 2024 kembali tersambung. Infrastruktur itu diharapkan terus dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas dan kehidupan masyarakat di wilayah Pesisir Selatan. (*)