SPAM Palukahan memiliki arti strategis bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Kota Padang.
Proyek yang memperoleh pendanaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai 500 liter per detik.
Dengan kapasitas tersebut, pembangunan SPAM Palukahan diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Padang.
Proyek ini juga diarahkan sebagai pengganti instalasi Perumda Air Minum Gunung Pangilun yang dinilai sudah tidak optimal.
Andre Rosiade memastikan pembangunan SPAM Palukahan akan terus dikawal, terutama dalam penyelesaian persoalan lahan yang menjadi kebutuhan mendesak sebelum proyek dapat dieksekusi.
“Pemko Padang dan BPBPK Sumbar diharapkan terus berkoordinasi secara intensif terkait kebutuhan lahan agar pembangunan ini segera dapat dieksekusi. SPAM ini akan menyediakan air bersih 500 liter per detik bagi masyarakat Kota Padang sebagai pengganti instalasi Perumda Air Minum Gunung Pangilun yang dinilai sudah tidak optimal," katanya.
Pertemuan Fadly Amran dan Andre Rosiade tidak hanya membahas percepatan proyek SPAM Palukahan. Sejumlah agenda pembangunan lain di Kota Padang turut menjadi pembahasan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan kebutuhan penanganan dampak bencana.
Salah satu agenda yang dibicarakan yakni pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-RDF).