SDGs Nomor 8 berfokus pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta menyediakan pekerjaan yang layak bagi seluruh masyarakat.
Melalui pelatihan dan pendampingan yang menyasar pelaku UMK di Sumbar, Hutama Karya berupaya memastikan keberadaan infrastruktur tidak hanya memberikan manfaat dari sisi konektivitas, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Kehadiran produk UMK di Rest Area KM 23A Tol Padang–Sicincin menjadi salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut. Rest area tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah, tetapi juga diproyeksikan menjadi ruang bagi produk lokal untuk tampil dan dikenal lebih luas.
Dengan 57 UMK yang mengikuti pelatihan, bantuan kemasan, pendampingan pemasaran, serta peluang masuk ke gerai UMKM, program tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya untuk membantu pelaku usaha memperkuat daya saing.
Bagi UMK di Sumbar, penguatan kualitas produk dan kemasan sekaligus akses pasar menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha secara bertahap. Hutama Karya melalui HK Peduli Kreatif menempatkan pendampingan tersebut sebagai bagian dari dukungan agar pelaku UMK semakin berkembang dan mampu naik kelas. (*)