Kehadiran narasumber tersebut memperkuat materi pelatihan, khususnya dalam aspek layanan dan pengembangan kemasan produk UMK.
Program tersebut juga tidak berhenti di ruang pelatihan. Sejumlah produk milik peserta yang terpilih nantinya akan difasilitasi untuk masuk ke gerai UMKM yang berada di Rest Area KM 23A Tol Padang–Sicincin.
Langkah tersebut memberikan fungsi tambahan bagi rest area. Tempat yang selama ini dikenal sebagai lokasi persinggahan pengguna jalan tol tersebut diarahkan sekaligus menjadi etalase permanen bagi produk lokal.
Dengan adanya gerai UMKM, produk pelaku usaha lokal berkesempatan mendapatkan ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang melintas dan singgah di Rest Area KM 23A.
UMK Binaan Rasakan Dampak Pendampingan
Salah satu peserta yang merasakan manfaat program pendampingan Hutama Karya adalah Winda Wati (37), pemilik usaha alas kaki Adel Shoes sekaligus UMK binaan Hutama Karya.
Menurut Winda, berbagai kegiatan pelatihan yang telah diikutinya selama menjadi UMK binaan memberikan manfaat terhadap perkembangan usaha yang dijalankan.
"Selama saya menjadi UMK binaan Hutama Karya, sangat banyak pelatihan yang kami ikuti dan sangat bermanfaat untuk perkembangan bisnis yang kami jalani. Semoga program pelatihan berikutnya dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi UMKM binaan maupun yang baru berkembang," ungkap Winda.