Sesi sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta dapat berkonsultasi serta menyampaikan pertanyaan mengenai kesehatan paru, risiko merokok, dan berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sekaligus mencegah penyakit paru.
Agar kegiatan berlangsung lebih interaktif, KAI Divre II Sumbar juga menghadirkan kuis edukatif bagi peserta. Dengan pola tersebut, informasi mengenai bahaya merokok dan kanker paru-paru diharapkan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam keseharian.
"Edukasi kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, aman dan produktif. Kesadaran pekerja terhadap kondisi kesehatan juga ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung pelaksanaan operasional perkeretaapian," katanya.
Melalui kegiatan “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok”, KAI Divre II Sumbar berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kerja.
Upaya tersebut ditujukan untuk mendukung kesejahteraan pekerja sekaligus membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif dan memiliki kesadaran keselamatan yang tinggi.
"Perhatian terhadap kesehatan pekerja tidak hanya berdampak pada individu. Kondisi pekerja yang sehat diharapkan turut menjaga konsentrasi, stamina, produktivitas serta kualitas pelayanan kepada pelanggan. Hal itu menjadi bagian dari upaya KAI Divre II Sumbar mendukung layanan perjalanan kereta api yang aman dan selamat bagi masyarakat," imbuh Reza. (*)