Dalam pemaparannya, dr Sabrina Ermayanti membahas kanker paru mulai dari faktor risiko hingga gejala yang patut diperhatikan.
Dampak kebiasaan merokok terhadap paru-paru maupun organ tubuh lainnya juga menjadi bagian dari edukasi yang diberikan kepada peserta.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai upaya pencegahan serta pentingnya deteksi dini. Pemahaman tersebut dinilai penting agar kondisi kesehatan dapat dikenali lebih awal dan gejala yang berpotensi berhubungan dengan gangguan paru tidak diabaikan.
Edukasi ini diarahkan agar pekerja tidak hanya mengetahui bahaya merokok secara umum, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengambil langkah preventif dalam menjaga kesehatan diri.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menilai kesehatan pekerja mempunyai hubungan erat dengan kualitas pelaksanaan tugas. Terlebih, operasional perkeretaapian membutuhkan kondisi fisik yang siap, konsentrasi serta kedisiplinan.
“Pekerja yang sehat tentu akan lebih siap menjalankan tugas secara optimal. Dalam operasional perkeretaapian, kesehatan bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan. Karena itu, menjaga kesehatan, termasuk menghindari kebiasaan merokok dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit, merupakan investasi penting bagi pekerja maupun perusahaan,” ujarnya.
Menurut Reza, pengetahuan mengenai kesehatan tidak cukup diberikan hanya sekali. Edukasi secara berkelanjutan diperlukan agar pekerja semakin memahami risiko penyakit sekaligus terdorong menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika pekerja memiliki kondisi kesehatan yang baik, diharapkan konsentrasi, stamina, produktivitas, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga dapat terjaga. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk membangun lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung terciptanya layanan perjalanan kereta api yang aman dan selamat,” kata Reza.