Pertamina mencatat terdapat sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya antrean di beberapa SPBU. Salah satunya adalah peningkatan konsumsi yang cukup signifikan.
Selain itu, proses perbaikan di salah satu titik jalur distribusi, yakni Jembatan Bungus, juga sempat memengaruhi kelancaran mobilisasi.
Faktor lainnya yang menjadi perhatian Pertamina adalah potensi penyalahgunaan BBM subsidi dengan cara melakukan pembelian secara berulang.
Untuk mengantisipasi meningkatnya konsumsi BBM subsidi, khususnya Biosolar, Pertamina telah melakukan penambahan penyaluran hingga 12 persen dari rata-rata konsumsi harian.
Penambahan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tetap mengacu pada ketentuan serta kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
Kondisi distribusi kemudian mulai menunjukkan perbaikan setelah akses Jembatan Jaruai Bungus kembali dibuka pada Minggu (16/8/2026).
Dibukanya kembali akses tersebut membantu memulihkan mobilisasi dan distribusi BBM menuju sejumlah wilayah yang sebelumnya sempat mengalami hambatan akibat gangguan akses.
Dengan kondisi tersebut, Pertamina menyatakan distribusi BBM subsidi secara bertahap mulai membaik. Namun, pengawasan terhadap penyaluran tetap diperketat untuk mencegah BBM subsidi tidak tersalurkan sesuai peruntukannya.