Guru tidak hanya diajak melihat bagaimana sebuah penelitian dapat dikembangkan, tetapi juga memahami berbagai faktor yang berpotensi membuat peserta gagal dalam kompetisi penelitian siswa.
Dari proses tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan kasus yang pernah terjadi. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu guru dalam melakukan evaluasi terhadap ide penelitian siswa sebelum dikembangkan lebih jauh.
Selain membahas faktor kegagalan, rangkaian Pengabdian Masyarakat UNP itu juga mengulas potensi serta peluang meraih kemenangan dalam OPSI bidang Sosiologi.
Pembahasan dilakukan dengan mempelajari kasus-kasus sekolah yang berhasil mengantarkan siswanya mengikuti ajang OPSI hingga tingkat nasional.
Pengalaman sekolah yang sukses tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi para guru. Dengan memahami pola dan strategi dari kasus yang berhasil, guru dapat memperoleh gambaran mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan ketika membina siswa yang akan mengikuti kompetisi penelitian.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa peran guru pembina menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan siswa menuju kompetisi penelitian tingkat nasional.
"Guru tidak hanya berperan mengarahkan siswa dalam menemukan ide, tetapi juga mendampingi proses pengembangan gagasan hingga menjadi proposal penelitian," ucap Erianjoni.