Meski mendapatkan tambahan transfer dari pemerintah pusat, Zulmaeta meminta peningkatan tersebut tidak membuat pemerintah daerah mengendurkan upaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, kemampuan daerah dalam meningkatkan pendapatan sendiri tetap diperlukan untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian fiskal.
“Kenaikan pendapatan transfer merupakan dukungan yang sangat berarti bagi Kota Payakumbuh. Namun, kita tidak boleh mengartikan peningkatan transfer sebagai alasan untuk mengurangi upaya meningkatkan PAD. Justru sebaliknya, kemandirian fiskal harus dibangun secara bertahap,” tegasnya.
Selain membahas perubahan struktur pendapatan dan belanja, Pemko Payakumbuh juga mempertajam sejumlah sasaran pembangunan melalui Perubahan RKPD 2026. Sejumlah indikator makro ditetapkan sebagai target pembangunan daerah.
Pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada pada angka 5,79 persen. Sementara itu, tingkat inflasi ditargetkan sebesar 1,97 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,55 persen, dan tingkat kemiskinan 4,32 persen. Adapun Indeks Pembangunan Manusia atau IPM ditargetkan mencapai 81,98.
Zulmaeta menekankan indikator makro tersebut tidak boleh hanya menjadi angka dalam dokumen perencanaan. Target tersebut harus terlihat melalui perubahan yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Target-target tersebut bukan sekadar angka statistik. Di balik angka itu ada harapan agar kegiatan usaha masyarakat berkembang, kemiskinan menurun, lebih banyak masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, serta kualitas pendidikan dan kesehatan terus membaik,” katanya.
Rancangan Perubahan APBD 2026 juga memuat alokasi belanja bantuan keuangan untuk penanganan kebencanaan sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut dibagi masing-masing Rp1 miliar untuk Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Alokasi itu disiapkan sebagai bentuk solidaritas Kota Payakumbuh terhadap daerah yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kepedulian antardaerah dalam membantu masyarakat yang menghadapi dampak bencana.