Gerakan Laskar Peduli Lingkungan Ampiang Parak juga mencakup perlindungan terhadap penyu. Berbagai spesies penyu yang berada di kawasan tersebut dijaga agar tetap lestari dan tidak menghadapi ancaman kepunahan.
Selain melakukan perlindungan secara langsung, kelompok tersebut juga memilih pendekatan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan mengajak warga untuk tidak mengonsumsi telur penyu.
Edukasi itu dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa keberadaan penyu memiliki peran dalam ekosistem pesisir. Dengan meningkatkan pemahaman warga, upaya perlindungan diharapkan tidak hanya bergantung kepada kelompok, tetapi menjadi kepedulian bersama.
Tidak berhenti pada mangrove dan penyu, Haridman bersama kelompoknya juga menanam cemara laut. Tanaman tersebut digunakan untuk memperkuat ekosistem pantai sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana di wilayah pesisir.
Haridman mengatakan seluruh kegiatan yang dilakukan kelompoknya berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, kawasan pantai perlu dijaga agar tetap mampu menjadi habitat bagi satwa sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Yang kami lakukan selama ini berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan. Pantai ini harus dijaga agar tetap menjadi habitat yang baik bagi berbagai jenis satwa sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat,” ujar Haridman.
Haridman sendiri bukan sosok yang baru berkecimpung dalam kegiatan lingkungan. Pria tersebut merupakan alumni Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Sebelum aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan, Haridman pernah menjalani profesi sebagai wartawan Harian Haluan.
Di tengah kesibukannya, Haridman memilih untuk tetap mengabdikan diri dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Ia menjalankan gerakan tersebut bersama pemuda dan masyarakat Nagari Ampiang Parak.