Kewarganegaraan Ganda Diusulkan Terbatas, DPR Soroti Talenta Indonesia di Luar Negeri

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:15 WIB
Paspor RI (Foto: Twitter Ditjen Imigrasi)
Paspor RI (Foto: Twitter Ditjen Imigrasi)



"Kalau yang dimaksud adalah potensi-potensi atau talenta orang Indonesia, anak-anak Indonesia yang luar biasa di luar negeri, kemudian biar dia kembali, itu positif," kata Fikri Faqih usai mengikuti rangkaian agenda Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026.





Menurut dia, keberadaan talenta Indonesia di berbagai negara sebenarnya merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa. Karena itu, kebijakan kewarganegaraan ganda dapat dipertimbangkan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga hubungan para talenta tersebut dengan Indonesia sekaligus membuka peluang kontribusi mereka terhadap pembangunan nasional.





Namun, Fikri Faqih mengingatkan agar penerapan kewarganegaraan ganda dilakukan secara terbatas dan melalui pertimbangan yang matang. Menurutnya, prinsip kehati-hatian penting diterapkan supaya kebijakan yang dirumuskan pemerintah tidak menimbulkan persoalan baru atau mengorbankan kepentingan generasi Indonesia pada masa mendatang.





Ia menilai pendekatan terbatas juga dapat membuat kebijakan tersebut lebih terarah. Artinya, fasilitas kewarganegaraan ganda tidak diberikan secara luas, tetapi diperuntukkan bagi individu yang mempunyai kemampuan tertentu dan dinilai mampu memberikan manfaat bagi kepentingan bangsa.





Fikri Faqih kemudian menyinggung kontribusi orang Indonesia dalam perkembangan teknologi yang saat ini digunakan masyarakat. Ia menyebut teknologi 4G dan 5G sebagai salah satu contoh bidang yang melibatkan anak Indonesia dalam pengembangan teknologi tersebut, meski sebagian di antaranya justru menjalankan karier di luar negeri.





"Karena ya teknologi 4G, 5G, yang kita kita nikmati sekarang kan sebenarnya yang memimpin pengembangannya juga anak Indonesia. Tapi kan dia ada di Tokyo, ada di Jepang," tuturnya.





Menurut legislator dari Fraksi PKS itu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia dengan kemampuan yang dapat bersaing di tingkat global. Persoalannya, sebagian talenta tersebut memilih atau harus menjalankan kiprahnya di luar negeri sehingga kontribusinya terhadap Indonesia tidak selalu dapat diberikan secara langsung dari dalam negeri.





Karena itu, selain memperhatikan para maestro, pemerintah dinilai perlu memberikan perhatian kepada peneliti dan talenta unggulan Indonesia lainnya yang sedang berkarier di luar negeri. Fasilitas yang memungkinkan mereka tetap mempunyai ikatan kuat dengan Indonesia dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X