Di sisi lain, BPBD Kota Padang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memperburuk kondisi udara.
Pembakaran sampah maupun pembakaran lahan secara sembarangan diminta untuk tidak dilakukan karena dapat menambah polusi dan memperbesar risiko kebakaran.
Kewaspadaan juga diminta ditingkatkan terhadap kemungkinan munculnya titik api di lingkungan sekitar. Masyarakat yang menemukan titik api, melihat asap tebal, atau mengetahui adanya kejadian kebakaran diminta segera menyampaikan laporan kepada petugas.
"Pencegahan tidak hanya bergantung pada pemerintah atau petugas kebencanaan. Keterlibatan masyarakat dalam mengenali potensi kebakaran dan melaporkannya sejak awal menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian berkembang lebih luas," katanya.
Hendri berharap masyarakat tidak hanya berhati-hati ketika kabut asap sudah terasa, tetapi turut mengambil bagian dalam upaya menjaga lingkungan.
Pencegahan kebakaran sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Imbauan tersebut menjadi penting di tengah kondisi kualitas udara yang mengalami penurunan dan dugaan pengaruh asap Karhutla dari sejumlah daerah lain.
Masyarakat diharapkan tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan tanda-tanda perubahan kondisi udara maupun potensi kebakaran di lingkungan sekitar. “Lindungi lingkungan, selamatkan masyarakat dan cegah kebakaran sejak dini,” pungkasnya.