Penanganan RTLH di Payakumbuh sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2017 hingga 2025, Pemko Payakumbuh tercatat telah membantu pembangunan baru maupun peningkatan kualitas RTLH sebanyak 1.814 unit.
Pembiayaan penanganan tersebut berasal dari berbagai sumber, di antaranya APBN, APBD, Baznas, serta tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Seiring waktu, nilai bantuan stimulan rumah swadaya juga mengalami peningkatan. Pada 2017, bantuan pembangunan rumah tercatat sebesar Rp10 juta. Sementara pada 2026, nilai bantuan mencapai Rp60 juta untuk pembangunan baru dan Rp35 juta bagi peningkatan kualitas rumah.
Marta berharap bantuan yang diterima warga dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan. Perbaikan hunian diharapkan tidak berhenti pada proses pembangunan, tetapi memberikan manfaat bagi keluarga dalam jangka panjang.
"Selamat kepada penerima bantuan. Semoga rumah yang dibangun dapat dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi keluarga," pungkasnya.
Dengan target 100 rumah yang ditangani pada 2026, Pemko Payakumbuh masih memiliki pekerjaan besar untuk menyelesaikan 847 RTLH serta menghadapi backlog perumahan sebanyak 9.578 unit. Pemerintah daerah pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar penyediaan hunian layak bagi masyarakat dapat terus diperluas. (*)