Riset Sepsis Neonatus Bawa Dosen Farmasi Unand Raih Penghargaan Internasional

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 10 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Andalas (UNAND), apt. Yoneta Srangenge, S.Farm., M.Sc., meraih penghargaan Best Oral Presentation dalam The 4th International Conference on Health Sciences (ICHS) 2026. (Foto: Unand)
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Andalas (UNAND), apt. Yoneta Srangenge, S.Farm., M.Sc., meraih penghargaan Best Oral Presentation dalam The 4th International Conference on Health Sciences (ICHS) 2026. (Foto: Unand)



Pemilihan ketiga antibiotik tersebut menjadi perhatian karena gentamisin, amikasin, dan vankomisin memiliki indeks terapi sempit. Kondisi itu membuat ketepatan penggunaan obat menjadi bagian penting untuk mendukung keamanan sekaligus efektivitas terapi.





Hasil penelitian memperlihatkan adanya perbedaan tingkat kesesuaian dosis dan interval pemberian di antara ketiga antibiotik yang diteliti. Amikasin menjadi antibiotik dengan ketidaksesuaian dosis paling besar jika dibandingkan dengan rekomendasi yang tercantum dalam pedoman.





Sementara itu, penelitian terhadap gentamisin menemukan adanya hubungan antara ketepatan dosis dengan luaran terapi secara keseluruhan. Temuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari penelitian yang dipresentasikan dalam forum internasional tersebut.





Hasil kajian itu juga menunjukkan perlunya evaluasi dosis serta dokumentasi klinis yang lebih ketat. Peneliti merekomendasikan penggunaan therapeutic drug monitoring dan clinical decision-support system apabila fasilitas laboratorium dan pelayanan kesehatan memiliki kapasitas yang mendukung penerapannya.





Menurut Yoneta, keikutsertaannya dalam ICHS 2026 memiliki arti lebih luas daripada sekadar kesempatan mempresentasikan hasil penelitian. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk bertukar masukan dengan akademisi dari berbagai latar belakang serta membangun hubungan kerja sama di tingkat internasional.





“Penghargaan ini tentu sangat berarti, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesempatan membawa hasil penelitian ke forum internasional, memperoleh masukan dari akademisi lain, dan membangun kolaborasi yang dapat terus dikembangkan setelah konferensi selesai,” ujarnya.





Kesempatan membangun jejaring tersebut kemudian berlanjut melalui pertemuan Yoneta dengan Prof. Dr. Hasniza Binti Zaman Huri dari Department of Clinical Pharmacy & Pharmacy Practice, Faculty of Pharmacy, Universiti Malaya.





Pertemuan yang berlangsung di sela kegiatan konferensi itu menghasilkan kesepakatan awal untuk menindaklanjuti peluang kerja sama penelitian antara peneliti Unand dan Universiti Malaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X