Oknum Pamen Polri di Sumbar Kembali Berulah, Dirreskrimum Diduga Terlibat Kekerasan dengan Seorang Sopir

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Tangkapan layar video dugaan cekcok antara Dirreskrimum Polda Sumbar, Kombes Teddy Fanani dengan seorang pengendara yang diketahui merupakan driver di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar. (Dok. Instagram/@bill_irzano)
Tangkapan layar video dugaan cekcok antara Dirreskrimum Polda Sumbar, Kombes Teddy Fanani dengan seorang pengendara yang diketahui merupakan driver di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar. (Dok. Instagram/@bill_irzano)


Sumbardaily.com - Sorotan terhadap perwira menengah (pamen) Polda Sumatera Barat kembali mencuat. Kali ini, video dugaan cekcok antara sosok yang disebut-sebut sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumbar, Kombes Teddy Fanani dengan seorang pengendara yang diketahui merupakan driver di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) viral di media sosial (medsos).





Persoalan tersebut bukan hanya menarik perhatian karena terjadi di jalan raya, tetapi juga karena pihak yang disebut terlibat merupakan pejabat kepolisian. Pengendara yang mengunggah video bahkan mengaku mengalami dugaan kekerasan hingga kacamata yang digunakannya patah.





Peristiwa itu diungkap melalui akun Instagram korban dengan nama pengguna @bill_irzano. Dalam unggahannya, korban menceritakan kejadian tersebut ketika dirinya tengah menjalankan tugas untuk menjemput Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, E Aminudin Aziz, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).





Menurut pengakuannya, situasi bermula saat dirinya menyalip kendaraan rombongan. Ia menyebut telah memberikan tanda dengan membunyikan klakson dan menyalakan lampu sein sebelum melakukan manuver tersebut.





Namun, tindakan itu disebut memicu kemarahan dari rombongan kendaraan yang berada di belakang atau di sekitarnya. Korban mengaku diminta berhenti hingga sejumlah orang turun dari kendaraan.





“Saya menyalip juga. Lalu mereka marah-marah suruh saya berhenti, berempat orang turun dan mau mengeroyok saya. Saya dituduh saya membahayakan nyawa beliau,” tulis korban.





Menariknya, korban tidak sepenuhnya menyangkal kesalahan dalam kejadian tersebut. Ia mengakui cara menyalip yang dilakukan memang keliru. “Saya akui salah menyalip dengan keras,” katanya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X