Penugasan pertamanya sebagai seorang perwira polisi berlangsung di Sumatera Barat, tepatnya di Polresta Padang.
"Penempatan pertama saya sebagai polisi, perwira itu di Sumbar, di Polresta Padang, hingga saya menjelang pensiun dua tahun lagi kembali bertugas di Sumbar sebagai Kapolda," katanya.
Dengan demikian, kepemimpinan Irjen Djati di Polda Sumbar menjadi semacam kembalinya seorang perwira ke daerah yang pernah menjadi bagian awal perjalanan kedinasannya. Kini, ia kembali dengan posisi sebagai pimpinan tertinggi kepolisian di tingkat provinsi.
Rekam jejak yang tersedia menunjukkan Irjen Djati merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 dan memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen dan keamanan.
Sebelum dipercaya memimpin Polda Sumbar, ia menjabat Kapolda Kalimantan Utara. Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Kapolres Barito Selatan, Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan (Wadir Intelkam) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Direktur Intelkam Polda Riau, Direktur Intelkam Polda Jawa Tengah (Jateng) serta sejumlah posisi di Baintelkam Polri.
Ia juga tercatat pernah dipercaya sebagai Wakapolda Kalimantan Timur dan Wakapolda Metro Jaya sebelum kemudian memimpin Polda Kalimantan Utara dan akhirnya kembali ke Sumatera Barat sebagai Kapolda.
Tak Menutup Diri