"Sekolah sementara diliburkan karena masih banyak guru dan murid yang juga terdampak banjir. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa kembali masuk sekolah."
Di tengah proses pembersihan sekolah, Pemko Padang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi cuaca buruk.
Maigus menyampaikan peringatan tersebut seiring adanya peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan prakiraan BMKG yang disampaikan dalam peninjauan tersebut, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi pada 3-5 Agustus 2026 di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kondisi itu menjadi perhatian karena hujan kembali berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di Kota Padang, termasuk banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang.
"Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang di Kota Padang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan ini," katanya.
Dengan kondisi sekolah yang masih dalam tahap pemulihan, Pemko Padang terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait.
Pembersihan lingkungan, pemulihan sarana dan prasarana, serta pemantauan sekolah terdampak dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung.