Pemantauan juga dilakukan terhadap sekolah-sekolah lain yang terdampak untuk melihat kesiapan fasilitas sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan.
"Akibat banjir kemarin kami bersama Pak Wali Kota Padang hari ini meninjau SMP 41. Dari data yang baru kami himpun, ada sekitar 92 sekolah terdampak, yakni 38 TK dan PAUD, 1 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 43 SD, dan 10 SMP. Hari ini kami meninjau SMP 41 yang kondisinya cukup parah. Sebenarnya sekolah yang mengalami dampak paling berat ada dua, yaitu SMP 41 dan SMP 27," katanya.
Pemko Padang menargetkan proses pembersihan sekolah terdampak dapat dituntaskan dalam waktu dua hari. Target tersebut menjadi penting karena aktivitas pendidikan masih dihentikan sementara di sekolah-sekolah yang terkena dampak.
"Kami berharap, seperti yang disampaikan Pak Wali Kota Padang, dalam dua hari ini rampung dibersihkan dan proses belajar mengajar sudah bisa dimulai kembali," katanya.
Kebijakan meliburkan sekolah untuk sementara tidak semata-mata disebabkan kondisi bangunan dan lingkungan sekolah.
Banyak tenaga pendidik juga menjadi korban banjir sehingga masih harus membersihkan rumah serta lingkungan tempat tinggal masing-masing.
"Sekolah sementara diliburkan karena masih banyak guru yang juga terdampak banjir. Mereka sedang mengurus rumah masing-masing dan membersihkan sisa-sisa banjir. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, bisa besok atau lusa, kita sudah bisa kembali masuk sekolah," imbuhnya.
Upaya pemulihan juga dilakukan di SDN 33 Rawang Barat, Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan. Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada hari yang sama.