Doddy menjelaskan, pelaksanaan ujian nantinya dibagi menjadi lima sesi. Skema tersebut disusun agar seluruh peserta dapat mengikuti seleksi dengan tertib sesuai kapasitas yang telah disiapkan panitia.
Selain itu, sistem yang digunakan memungkinkan hasil ujian dipantau secara langsung atau live. Dengan mekanisme tersebut, seluruh proses seleksi dapat diawasi secara terbuka sehingga peluang terjadinya kecurangan dapat ditekan.
"Hasil ujian dapat dipantau secara langsung. Tidak ada ruang untuk praktik yang dapat mencederai proses seleksi karena seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan akuntabel," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berharap penerapan sistem CBT menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses seleksi yang kredibel sebelum pelaksanaan Pilwana Serentak 2026.
Doddy juga berharap seluruh rangkaian Pilwana Serentak 2026 yang mengusung slogan "Pilwana Badunsanak" dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, proses pemilihan diharapkan mampu melahirkan pemimpin nagari yang berkualitas serta memperoleh legitimasi yang kuat dari masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga terus berupaya memastikan seluruh tahapan Pilwana berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga mampu melahirkan pemimpin nagari yang berkualitas dan mendapatkan legitimasi dari masyarakat," tutupnya. (*)