Sebelum rekayasa lalu lintas diberlakukan, kendaraan yang keluar melalui Pintu Tol Pekanbaru menggunakan jalur eksisting menuju Akses Muara Fajar. Namun, mulai 30 Juli 2026, seluruh arus kendaraan akan diarahkan menuju jalur baru melalui Pintu Tol Bypass Pekanbaru sesuai skema pengalihan yang telah disiapkan.
Pengguna jalan diimbau menyesuaikan perjalanan sejak mendekati lokasi pengalihan agar dapat mengantisipasi perlambatan arus lalu lintas yang mungkin terjadi selama masa transisi.
Untuk memastikan pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan lancar, Hutama Karya bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau, Dinas Perhubungan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sejumlah perlengkapan keselamatan telah disiapkan, antara lain rambu-rambu lalu lintas sementara, traffic cone, water barrier, papan informasi, serta lampu peringatan. Selain itu, petugas juga akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna membantu mengarahkan kendaraan selama proses pengalihan berlangsung.
Tidak hanya itu, pengaturan lalu lintas akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala agar aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna jalan tetap terjaga selama pekerjaan penyambungan jalan tol berlangsung.
Hutama Karya juga mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol. Pengendara juga diminta mematuhi batas kecepatan yang berlaku, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta mengikuti informasi lalu lintas terbaru melalui akun media sosial resmi Hutama Karya maupun aplikasi Mozy.
Melalui pelaksanaan pekerjaan ini, Hutama Karya menegaskan komitmennya menyelesaikan pembangunan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan.
Penyambungan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru diharapkan segera memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari meningkatkan konektivitas antarkawasan, memperlancar mobilitas masyarakat, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. (*)