Iwan juga mengungkapkan bahwa pembangunan ruas tol tersebut memiliki dua tantangan utama, yakni pembangunan Jembatan Musi V dan pekerjaan vacuum consolidation. Kedua pekerjaan tersebut berhasil diselesaikan berkat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.
"Dalam pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung terdapat dua pekerjaan paling krusial, yaitu Jembatan Musi V dan vacuum consolidation. Berkat kolaborasi seluruh pihak, kedua tantangan tersebut berhasil kami selesaikan dengan baik. Kami optimistis Jalan Tol Palembang–Betung dapat dioperasikan sesuai target pada akhir tahun ini sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat," tutup Iwan.
Jembatan Musi V Jadi Struktur Utama Tol Palembang–Betung
Jembatan Musi V merupakan jembatan bertipe Balanced Cantilever Concrete Box Girder dengan panjang bentang 380 meter, yang terdiri atas bentang 100 meter + 180 meter + 100 meter. Jembatan ini melintasi Sungai Musi di Provinsi Sumatra Selatan dan menjadi salah satu struktur paling penting dalam pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung.
Secara keseluruhan, Jalan Tol Palembang–Betung memiliki panjang 69,19 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi, yaitu Seksi 1 Palembang–Rengas sepanjang 21,50 kilometer, Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33,00 kilometer, serta Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,69 kilometer.
Hingga saat ini, progres konstruksi ruas tol telah mencapai 85,54 persen, sedangkan progres pengadaan lahan mencapai 88,43 persen.
Dengan diterbitkannya Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung sesuai target.
Perusahaan juga menekankan bahwa penyelesaian proyek akan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap seluruh standar teknis guna memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatra sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra Selatan. (*)