“Komunikasi bukan sekadar tentang menyampaikan pesan. Ini tentang menciptakan atmosfer komunikatif yang partisipatif,” tegasnya.
Sebagai solusi, Prof. Anang memperkenalkan model Pentahelix Political Communication yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, NGO, media, dan akademisi dalam satu ekosistem kolaboratif. Model tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang mempertimbangkan kearifan lokal dan keberagaman sosial budaya.
Usai sesi utama, rangkaian AICCON 2026 berlanjut dengan presentasi paper hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh para peserta. Presentasi tersebut menjadi bagian dari proses publikasi jurnal ilmiah sekaligus menunjukkan bahwa pembahasan dalam konferensi tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut melalui kontribusi akademik yang diharapkan memberikan dampak bagi pengembangan ilmu komunikasi maupun masyarakat. (*)