Mengapa Perlintasan Sebidang Masih Berbahaya? Akademisi dan KAI Divre II Sumbar Beri Jawaban Lewat Edukasi

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 22 Juli 2026 | 08:30 WIB
Mahasiswa Universitas Dharma Andalas (Unidha) bersama siswa SMKN 6 Padang dan KAI Divre II Sumbar menggelar sosialisasi disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang KM 0+805 Padang-Pulau Air, Selasa (21/7/2026), sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. (Dok. KAI)
Mahasiswa Universitas Dharma Andalas (Unidha) bersama siswa SMKN 6 Padang dan KAI Divre II Sumbar menggelar sosialisasi disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang KM 0+805 Padang-Pulau Air, Selasa (21/7/2026), sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. (Dok. KAI)




Selain memperluas edukasi kepada masyarakat, KAI Divre II Sumbar juga terus menjalankan berbagai langkah mitigasi untuk memperkuat keselamatan perjalanan kereta api.





Langkah tersebut meliputi penutupan perlintasan yang tidak memenuhi ketentuan, pelaksanaan sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah, pemasangan banner keselamatan di sejumlah titik rawan, peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), hingga pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).





Reza juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi Universitas Dharma Andalas dan SMKN 6 Padang dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara operator perkeretaapian dengan dunia pendidikan merupakan langkah strategis untuk menanamkan budaya sadar keselamatan sejak usia dini sekaligus memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.





“Kolaborasi antara KAI dan dunia pendidikan merupakan langkah strategis untuk menanamkan budaya sadar keselamatan sejak dini. Kami berharap pesan-pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sehingga angka kecelakaan di perlintasan sebidang dapat terus ditekan,” katanya.





Melalui kegiatan tersebut, KAI Divre II Sumbar kembali mengajak seluruh masyarakat untuk selalu disiplin ketika melintasi perlintasan sebidang, mematuhi rambu lalu lintas, mengutamakan perjalanan kereta api, serta tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan KA maupun membahayakan diri sendiri.





“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, Balai Teknik Perkeretaapian, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan keselamatan melalui edukasi, peningkatan fasilitas, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.





Sementara itu, Kaprodi Ilkom Unidha, Indria Flowerina menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X