Selain memiliki kadar protein yang tinggi, Tanaman Tithonia juga mengandung mineral serta asam amino esensial yang berperan penting dalam menunjang aktivitas mikroorganisme rumen.
Mikroorganisme tersebut berfungsi membantu proses pencernaan serat sehingga nutrien dalam pakan dapat dimanfaatkan secara lebih efisien oleh ternak.
Meski demikian, Roni mengingatkan bahwa pemanfaatan tithonia tidak dapat dilakukan secara berlebihan. Tanaman tersebut diketahui masih mengandung senyawa antinutrisi, seperti tanin dan asam fitat, yang berpotensi menurunkan daya cerna apabila diberikan dalam jumlah yang terlalu tinggi.
Karena itu, penyusunan formulasi ransum menjadi faktor penting agar manfaat tanaman ini dapat diperoleh secara optimal.
Melalui penelitian in vitro menggunakan cairan rumen, tim peneliti berhasil mengidentifikasi formulasi ransum yang memberikan hasil terbaik. Komposisi yang terdiri atas 50 persen rumput Pakchong, 40 persen tithonia, 9 persen konsentrat, dan 1 persen mineral terbukti menghasilkan tingkat kecernaan nutrien yang tinggi.
Formulasi tersebut juga mampu menjaga keseimbangan fermentasi rumen sekaligus menghasilkan produksi gas metana yang lebih rendah dibandingkan formulasi lainnya.
Sebaliknya, penggunaan tithonia dengan proporsi di atas 45 persen justru menyebabkan penurunan tingkat kecernaan serta efisiensi proses fermentasi di dalam rumen.
Potensi Tanaman Tithonia sebagai pakan berkualitas juga dibuktikan melalui penelitian terhadap kambing perah Peranakan Etawa (PE).