Program tersebut juga menjadi sarana memperluas jejaring internasional melalui pertemuan strategis bersama peserta Spring Scholarship Program yang berasal dari berbagai negara.
Menurut Rayhan, kesempatan mengikuti program akademik di Jepang menjadi pengalaman yang memberikan banyak pelajaran, baik dari sisi penelitian maupun kolaborasi lintas negara.
"Selama 17 hari di Ibaraki University saya mendapatkan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya bertemu banyak mahasiswa dari berbagai negara yang menyambut dengan sangat hangat. Selain memperoleh pengalaman riset yang berharga, saya juga belajar bagaimana kolaborasi internasional mampu membuka wawasan baru dan mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya dikutip Sabtu (18/7/2026).
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Informasi Unand, Lusi Susanti, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program internasional merupakan bagian dari strategi fakultas dalam membangun budaya riset yang memiliki daya saing global.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri tidak hanya memperkuat kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter serta cara pandang yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan teknologi.
"Kami sangat mengapresiasi capaian yang diraih Rayhan selama mengikuti program di Ibaraki University. Keikutsertaan mahasiswa dalam kolaborasi riset internasional tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik dan kemampuan penelitian, tetapi juga membentuk karakter serta perspektif global yang sangat dibutuhkan di era transformasi digital. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Partisipasi mahasiswa Unand dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk terus memperluas jejaring akademik internasional melalui berbagai program kolaborasi dan mobilitas mahasiswa. (*)