"Meski api sempat mengancam kawasan pemukiman, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Empat penghuni rumah juga tidak sampai harus mengungsi," katanya.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta. Sementara itu, keberhasilan petugas mengendalikan kobaran api membuat sekitar 10 bangunan lain dengan luas area sekitar 3 ribu meter persegi berhasil diselamatkan. Nilai aset yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai sekitar Rp50 miliar.
Saksi yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut adalah Ade Suci Indra Putra (30), seorang karyawan asal suku Minang. Setelah melihat api merambat ke arah rumah warga, ia segera melaporkan kejadian itu kepada Dinas Damkar Kota Padang.
"Proses pemadaman berlangsung di tengah kondisi perumahan yang dipadati masyarakat serta memiliki akses jalan yang relatif sempit. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam menjangkau titik api," katanya.
Pada bagian infrastruktur, katanya, kerusakan berat terjadi pada lahan kosong dan plafon bagian belakang rumah. Tidak dilaporkan adanya kerusakan ringan akibat peristiwa tersebut.
"Untuk menangani kebakaran ini, kami mengerahkan tiga armada dengan dukungan 50 personel. Seluruh proses penanganan dilakukan oleh petugas Damkar Kota Padang berdasarkan laporan dari Pleton C," imbuhnya. (*)