Menurut Guru Besar FKM Universitas Andalas (Unand) tersebut, perbaikan status gizi perempuan sejak usia remaja perlu menjadi perhatian bersama karena berperan penting dalam menentukan kualitas kesehatan ibu dan anak. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang lebih berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (*)