Mulai 2026, Indonesia Peringati Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tiap 13 Juli

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 8 Juli 2026 | 07:08 WIB
Menteri Kebudayaan RI, Fadzli Zon, menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) tersebut kepada Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Pusat, Naen Suryono, Selasa (7/7/2026)
Menteri Kebudayaan RI, Fadzli Zon, menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) tersebut kepada Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Pusat, Naen Suryono, Selasa (7/7/2026)




Jika menilik sejarah kemerdekaan, pada tanggal 13 Juli 1945 silam, tokoh bangsa Mr. Wongsonegoro mengusulkan frasa “dan Kepercayaannya” dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) serta Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Peristiwa krusial inilah yang dipandang sebagai tonggak awal masuknya klausul Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa ke dalam tata kehidupan berbangsa serta bernegara di Indonesia.





Acara penyerahan SK yang berlangsung sakral di TMII ini juga turut dikawal dan disaksikan oleh jajaran pejabat tinggi dari berbagai lintas kementerian serta lembaga negara.





Di antara tamu undangan yang hadir tampak Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kemenko PMK, Ahmad Saufi; Direktur II Sosial, Budaya, dan Kemasyarakatan pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Subeno; serta Sekretaris Direktorat Jenderal Politik Dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Andi Baso Indra Paharuddin.





Selain itu, hadir pula Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Hani Syopiar Rustam; Sekretaris Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, Lubenah; Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama, Adib Abdushomad; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; serta Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi.





Dengan adanya penetapan resmi ini, peringatan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa ke depannya diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial belaka. Momen tahunan ini diproyeksikan sebagai ruang refleksi bersama atas warisan nilai spiritual luhur dari para leluhur nusantara.





Langkah ini sekaligus menjadi instrumen penguat harmoni sosial, persaudaraan, dan toleransi beragama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah berkomitmen menjadikan kemajemukan agama dan kepercayaan ini sebagai fondasi utama demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang inklusif, beradab, berbudaya, maju, dan berlandaskan Pancasila. (*)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X