Lebih lanjut, Fadli Zon memaparkan bahwa kehadiran regulasi ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan melayani pemenuhan hak-hak bagi para penghayat kepercayaan tanpa ada diskriminasi.
Negara, lanjut dia, wajib memastikan setiap individu memiliki ruang yang setara untuk menjalankan keyakinan mereka, melestarikan tradisi adat, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Bagi pemerintah, Indonesia didirikan di atas pilar-pilar toleransi, penghormatan martabat manusia, dan keragaman.
Perjuangan Panjang Sejak Tahun 2005
Penerbitan Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026 ini ternyata tidak instan, melainkan buah dari proses perjuangan yang sangat panjang. Berdasarkan laporan dari Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan Dan Tradisi, Restu Gunawan, pembahasan mengenai usulan pembentukan hari khusus bagi penghayat ini sudah bergulir selama dua dekade.
“Akhirnya pada tanggal 30 Juni 2026 Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026 tentang Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME resmi di tanda tangani dan pada malam ini diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan kepada MLKI selaku pengusul,” tutur Restu Gunawan merinci kronologi pengesahan.
Merespons kado regulasi ini, Ketua Presidium MLKI, Naen Suryono, langsung menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Mewakili jajaran Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia, seluruh organisasi, komunitas, hingga masyarakat penghayat secara luas, ia mengapresiasi kinerja cepat Menteri Kebudayaan beserta seluruh jajaran kementeriannya.
Respons positif dari pemerintah dinilai berhasil menjawab aspirasi yang selama bertahun-tahun diidamkan oleh komunitas penghayat kepercayaan agar memiliki hari peringatan bersama sebagai simbol persatuan.
“Penetapan Hari Kepercayaan merupakan langkah strategis yang menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat penghayat kepercayaan sebagai warga negara Indonesia,” tegas Naen Suryono dengan penuh apresiasi.
Makna Historis di Balik Tanggal 13 Juli
Setelah resmi disahkan, Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dipastikan bakal diperingati secara nasional pada tanggal 13 Juli setiap tahunnya. Penentuan tanggal tersebut diambil bukan tanpa alasan, melainkan bersandar pada landasan historis yang sangat kuat di masa lalu.