BPBD juga memaparkan perkembangan pembangunan rumah bagi korban bencana. Hingga saat ini, progres pembangunan hunian tetap untuk kategori rumah rusak ringan dan rusak sedang telah mencapai sekitar 85 persen.
Zaimar Hakim menjelaskan, di Kecamatan Gunuang Omeh terdapat total 45 unit rumah yang masuk dalam program bantuan pembangunan, terdiri dari 16 unit rumah rusak ringan dan 29 unit rumah rusak sedang.
Sementara itu, di Kecamatan Bukik Barisan terdapat 33 unit rumah yang mendapatkan bantuan, dengan rincian 12 unit rumah rusak ringan dan 21 unit rumah rusak sedang.
Selain pembangunan hunian, pemerintah daerah juga terus menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak. Berdasarkan paparan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, bantuan yang diberikan meliputi dana stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta, bantuan irisan rumah sebesar Rp35 juta, serta jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per hari untuk setiap anggota keluarga.
Program bantuan tersebut telah menjangkau 607 kepala keluarga dengan total 1.971 jiwa yang terdampak bencana. Penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu masyarakat selama proses pemulihan berlangsung hingga seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi selesai dilaksanakan.
Dengan perpanjangan status transisi pemulihan ini, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menargetkan seluruh proses pembangunan hunian dan penanganan dampak bencana dapat berjalan optimal sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas secara normal. (*)