Materi yang diberikan meliputi Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), manajemen posko bencana, penggunaan gergaji mesin (chainsaw), penggunaan radio komunikasi atau handy talky (HT), hingga simulasi lapangan terkait penanganan dan mitigasi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, sebelumnya menyebut jambore ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul para relawan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kemampuan teknis, sinergi, dan solidaritas relawan kebencanaan di Kota Padang.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, BPBD Kota Padang bersama panitia melakukan berbagai persiapan secara intensif. Pembenahan dilakukan mulai dari area pendirian tenda, lokasi simulasi dan pelatihan, fasilitas kebersihan pendukung, hingga pengaturan teknis kedatangan peserta dari berbagai wilayah.
Selain pelatihan teknis, panitia juga menyiapkan sejumlah agenda pendukung seperti malam keakraban dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekitar lokasi perkemahan.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat jaringan koordinasi antarrelawan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Jambore KSB Tahun 2026 menjadi salah satu kegiatan kebencanaan terbesar yang pernah digelar Pemerintah Kota (Pemko) Padang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Pemko Padang dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana melalui penguatan kapasitas relawan yang berada langsung di tengah-tengah masyarakat.