“Saya meminta BPBD untuk mempersiapkan dan melengkapi peralatan yang dibutuhkan oleh KSB di masing-masing kecamatan. Peralatan penanggulangan bencana bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan kebutuhan utama bagi relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan saat terjadi bencana," ucap Wawako.
Ia menilai ketersediaan peralatan yang memadai akan sangat menentukan efektivitas kerja relawan saat menghadapi situasi darurat di lapangan.
"Dengan dukungan peralatan yang cukup, relawan dapat bergerak lebih cepat dan optimal dalam membantu masyarakat terdampak bencana," katanya.
Selain itu, Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan dan jambore selama tiga hari.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lingkungan masing-masing.
“Semoga seluruh peserta menjadi relawan yang semakin tangguh, sigap, dan mampu menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Padang akan terus mendukung penguatan kapasitas relawan demi mewujudkan Kota Padang yang lebih siap menghadapi bencana," ujar Maigus.
Pelatihan dan Jambore KSB Kota Padang Tahun 2026 berlangsung sejak 12 hingga 14 Juni 2026 di Bumi Perkemahan ABG, Lubuk Minturun. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 700 peserta yang berasal dari Kelompok Siaga Bencana seluruh kecamatan di Kota Padang.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi teknis yang bertujuan meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.