Cegah Perundungan Siber, Ratusan Siswa SMKN 3 Payakumbuh Ikuti Sosialisasi Digital

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 12 Juni 2026 | 20:05 WIB
Kegiatan bertajuk
Kegiatan bertajuk



Kurniawan menjelaskan bahwa penguatan literasi digital merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial.





Menurutnya, Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi muda melalui peningkatan literasi digital, perlindungan anak, serta pencegahan berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan pendidikan.





“Arahan Bapak Wali Kota Zulmaeta sangat jelas, yakni mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak serta bertanggung jawab,” ujar Kurniawan.





Ia menambahkan, kemajuan teknologi informasi sejatinya membuka banyak peluang bagi pelajar untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan yang tidak bisa diabaikan, seperti maraknya perundungan siber, penyebaran informasi palsu atau hoaks, hingga ancaman penyalahgunaan data pribadi.





Menurut Kurniawan, media sosial seharusnya menjadi sarana untuk belajar, berkarya, dan meraih prestasi, bukan digunakan untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain.





“Media sosial harus menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan tempat untuk melakukan perundungan. Setiap komentar, unggahan, maupun pesan yang kita kirim meninggalkan jejak digital dan dapat memengaruhi kehidupan orang lain,” katanya.





Ia menegaskan bahwa dunia digital bukanlah ruang bebas tanpa aturan. Sebaliknya, ruang digital merupakan bagian dari kehidupan nyata yang tetap menuntut tanggung jawab, etika, serta kepedulian terhadap sesama pengguna.





Dalam pemaparannya, Kurniawan menjelaskan bahwa cyberbullying dapat muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari hinaan dan ejekan terhadap kondisi fisik seseorang, penyebaran foto tanpa izin, pengucilan dalam grup percakapan, hingga penggunaan akun palsu untuk menyerang atau mempermalukan orang lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X