Tidak hanya itu, peserta juga akan mengikuti malam keakraban sebagai sarana mempererat hubungan antar relawan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekitar lokasi perkemahan juga menjadi bagian dari agenda jambore sebagai bentuk implementasi nyata semangat kerelawanan.
"Jambore KSB Kota Padang dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun pertemuan tahunan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk menguji kesiapan relawan menghadapi berbagai kemungkinan ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi di tengah masyarakat," kata Hendri Zulviton.
Dengan semakin meningkatnya kapasitas dan keterampilan para relawan, diharapkan lahir sumber daya manusia yang tangguh, profesional, serta mampu memberikan respons cepat ketika terjadi keadaan darurat.
Hendri Zulviton menegaskan bahwa penguatan kapasitas relawan merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar dalam upaya membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana.
"KSB merupakan ujung tombak penanggulangan bencana di tingkat masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kekompakan relawan menjadi hal yang sangat penting untuk terus kita perkuat," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen Pemko Padang dalam membangun lingkungan yang tangguh terhadap bencana, Jambore KSB Tahun 2026 menjadi salah satu kegiatan kebencanaan terbesar yang pernah diselenggarakan di Kota Padang.