Rizki mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan KAI. Ia menilai kereta api memberikan kenyamanan lebih dibandingkan moda transportasi lainnya, terutama karena ketepatan waktu perjalanan serta tarif yang relatif terjangkau.
“Saya memilih KA Pariaman Ekspres karena perjalanannya nyaman, tarifnya terjangkau, dan waktunya lebih pasti. Selain itu, kondisi kereta maupun stasiun juga bersih, sehingga membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan. Saya berharap pelayanan yang sudah baik ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Rizki.
Tingginya pergerakan penumpang juga terlihat dari aktivitas di sejumlah stasiun utama. Stasiun Padang tercatat sebagai titik keberangkatan tersibuk dengan jumlah pelanggan mencapai 11.164 orang. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Pariaman yang melayani 7.594 pelanggan berangkat.
Selanjutnya, Stasiun Naras mencatat 3.243 pelanggan keberangkatan. Stasiun Air Tawar melayani 2.893 pelanggan, sementara Stasiun Lubuk Alung mencatat 2.058 pelanggan yang memulai perjalanan menggunakan kereta api.
Pada sisi kedatangan, Stasiun Padang kembali menjadi tujuan paling ramai dengan total 11.526 penumpang. Stasiun Pariaman berada di posisi kedua dengan jumlah kedatangan mencapai 8.024 pelanggan.
Sementara itu, Stasiun Air Tawar menerima 3.258 pelanggan, disusul Stasiun Naras sebanyak 2.365 pelanggan. Adapun Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencatat total kedatangan sebanyak 2.108 penumpang selama masa angkutan libur panjang.
Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat tersebut, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh aspek operasional berjalan secara optimal.