Pemko Pariaman-Kemenag Perkuat Syiar Islam, MTQ Kota Siap Dihidupkan Lagi Setelah Vakum Sejak 2018

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 31 Mei 2026 | 10:03 WIB
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman yang dirangkaikan dengan pemotongan hewan kurban dari ASN Kemenag. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kemenag Kota Pariaman, Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Sabtu siang (30/5/2026). (Foto: Pemko Pariaman)
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman yang dirangkaikan dengan pemotongan hewan kurban dari ASN Kemenag. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kemenag Kota Pariaman, Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Sabtu siang (30/5/2026). (Foto: Pemko Pariaman)



"Kegiatan ini juga dalam rangka ukhuwah kita antara Pemerintah Kota Pariaman dengan Kemenag Kota Pariaman sebagai instansi vertikal Kementerian Agama, karena bagaimanapun juga kalau Kemenag-nya kuat, maka Pemerintah juga akan kuat," ujarnya.





Ia menyampaikan apresiasi atas berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan keagamaan yang selama ini telah dijalankan Kemenag Kota Pariaman. Menurutnya, sinergi yang sudah terjalin perlu terus diperkuat agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.





Mulyadi juga menegaskan bahwa sektor keagamaan menjadi salah satu fokus pembangunan Pemerintah Kota Pariaman. Komitmen tersebut tercermin dalam Program Unggulan (Progul) Pariaman RISALAH atau Beriman, Saleh dan Berakhlak, yang mencakup program Satu Keluarga Satu Hafiz, Kembali ke Surau, serta Pesantren ASN.





"Pemko Pariaman di masa kepemimpinan kami memang menjadikan kegiatan keagamaan sebagai bahagian dari konsentrasi yang mesti kita support," ucapnya.





Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena kenakalan remaja yang belakangan semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap masa depan generasi muda.





Mulyadi menilai penguatan sumber daya manusia melalui pendekatan keagamaan menjadi salah satu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah guna mencegah persoalan tersebut berkembang lebih luas.





"Kegiatan keagamaan, Pemerintah harus hadir dan ikut introspeksi, sehingga kawan-kawan di Kemenag yang menjadi garda terdepan di kegiatan keagamaan ini, merasa tidak sendiri. Kami tentu mempunyai kewajiban untuk bersama-sama menjaga syiar keagamaan ini," tuturnya.





Dalam kesempatan itu, Mulyadi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pariaman bersama Kemenag akan kembali menghidupkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang telah lama tidak diselenggarakan. Ajang tersebut terakhir kali digelar pada tahun 2018.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X