Selain sektor jasa, investasi juga mengalir ke sektor sekunder yang meliputi industri dan pengolahan. Kontribusi sektor ini tercatat sebesar 4,66 persen dari total realisasi investasi selama Triwulan I 2026.
Di sisi lain, sektor primer yang mencakup bidang pertanian, perkebunan, dan pertambangan memberikan kontribusi paling kecil. Persentasenya hanya berada di angka sekitar 0,11 persen.
Menurut Fauzan, komposisi investasi tersebut menggambarkan karakter ekonomi Kota Padang yang terus berkembang sebagai kawasan perkotaan dengan dominasi aktivitas perdagangan dan jasa. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa sektor layanan masih menjadi motor utama pertumbuhan investasi daerah.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang berharap capaian positif pada awal tahun ini dapat terus berlanjut pada triwulan-triwulan berikutnya. Peningkatan investasi dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, tingginya realisasi investasi juga diharapkan mampu memperkuat daya saing Kota Padang sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Sumbar. Dengan dukungan sektor jasa yang terus tumbuh, pemerintah optimistis minat investor akan terus meningkat sepanjang tahun 2026. (*)