Usai pelaksanaan apel siaga, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang diperagakan petugas gabungan. Simulasi tersebut memperlihatkan berbagai tahapan penanganan kebakaran, mulai dari proses deteksi dini, koordinasi lintas instansi, hingga teknik pemadaman api di lokasi kejadian.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman karhutla semakin meningkat sehingga dampak kebakaran dapat diminimalisasi, terutama saat memasuki musim kemarau tahun 2026. (*)