Musim Kemarau Mengancam, Agam Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 22 Mei 2026 | 15:14 WIB
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau menjadi perhatian serius di Kabupaten Agam. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi tersebut, digelar Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 sekaligus simulasi pemadaman di Lapangan Sepak Bola Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kamis (21/5/2026). (Foto: Pemkab Agam)
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau menjadi perhatian serius di Kabupaten Agam. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi tersebut, digelar Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 sekaligus simulasi pemadaman di Lapangan Sepak Bola Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kamis (21/5/2026). (Foto: Pemkab Agam)


Sumbardaily.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau menjadi perhatian serius di Kabupaten Agam. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi tersebut, digelar Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 sekaligus simulasi pemadaman di Lapangan Sepak Bola Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kamis (21/5/2026).





Kegiatan itu dihadiri Bupati Agam, Benni Warlis yang menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.





Apel siaga tersebut dilaksanakan sebagai langkah memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh unsur terkait menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang kerap muncul ketika musim kemarau tiba.





Dalam sambutannya, Benni Warlis menekankan bahwa persoalan karhutla bukan hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.





“Karhutla tidak hanya merusak lingkungan dan ekosistem, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta keberlangsungan kehidupan generasi mendatang. Karena itu, kesiapsiagaan dan langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.





Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, warga diminta segera melapor apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.





Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat. Sinergi seluruh elemen dinilai menjadi kunci utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini di Kabupaten Agam.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X