Selain itu, sekolah juga menyediakan forum dialog siswa sebagai ruang aspirasi bagi peserta didik. Forum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara siswa dan pihak sekolah, termasuk dalam menyampaikan laporan terkait indikasi perilaku menyimpang.
SMAN 2 Sumbar juga melakukan edukasi melalui penyebaran pamflet mengenai bahaya LGBT serta menggelar parenting talk bersama orang tua murid guna memperkuat pengawasan terhadap anak.
Salah seorang perwakilan siswa SMAN 2 Sumbar mengaku program tersebut memberikan dampak positif bagi peserta didik. Ia menilai ruang dialog yang disediakan sekolah membuat siswa merasa lebih aman dan nyaman untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Tidak hanya SMAN 2 Sumbar, PPS Jabal Rahmah juga memaparkan sejumlah kebijakan yang diterapkan dalam mendukung program pesantren ramah anak. Salah satunya melalui edukasi dan sosialisasi ramah anak kepada para santri sejak awal masuk pesantren atau saat Masa Ta’aruf.
Pihak pesantren juga menerapkan aturan ketat terkait larangan berpacaran, larangan berkata kasar, serta pencegahan bullying di lingkungan asrama. Selain itu, pesantren membuat regulasi pembatasan fasilitas, termasuk larangan penggunaan satu tempat tidur bagi sesama santri.
Pengawasan lingkungan pesantren turut diperketat melalui penataan area agar tidak terdapat ruangan kosong tanpa pengawasan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisasi potensi pelanggaran maupun tindakan yang dapat membahayakan keselamatan santri.
Tidak hanya itu, PPS Jabal Rahmah juga memberikan edukasi mengenai batasan tubuh dan sentuhan fisik kepada santri. Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi bersama Puskesmas Talang dan Polres setempat dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi.