Sumbardaily.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak, khususnya di sekolah berasrama dan pondok pesantren.
Langkah tersebut diwujudkan melalui monitoring dan evaluasi (monev) program Pesantren Ramah Anak yang digelar di Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Jabal Rahmah, Jorong Anau Kadok, Nagari Talang, Kabupaten Solok, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar itu menjadi bagian dari penguatan program pesantren dan sekolah ramah anak yang telah dirintis sejak 2024. Sebanyak 34 pondok pesantren dan sekolah berasrama di Sumatera Barat sebelumnya telah ditetapkan sebagai pilot project atau proyek percontohan ramah anak.
Monev tersebut turut dihadiri Ketua Tim Monev Biro Kesra Sumbar Hidayat, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah III Solok Raya, Bagian Kesra Kabupaten Solok, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, pimpinan PPS Jabal Rahmah, serta perwakilan SMAN 2 Sumatera Barat.
Ketua Tim Monev Biro Kesra Sumbar, Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan evaluasi tersebut bukan sekadar agenda formalitas semata. Menurutnya, monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh program perlindungan anak di lingkungan pendidikan berjalan efektif dan mampu menjadi solusi jangka panjang.
“Monev ini tidak hanya seremonial semata, akan tetapi harus bisa menjadi solusi ke depannya. Terutama sekali untuk mencegah berbagai potensi yang dapat merugikan tumbuh kembang dan keselamatan anak-anak kita di berasrama,” ujar Hidayat.
Ia menilai, lingkungan sekolah berasrama memerlukan perhatian lebih karena siswa berada dalam pengawasan penuh lembaga pendidikan selama 24 jam. Karena itu, seluruh potensi pelanggaran hak anak harus diantisipasi sedini mungkin, mulai dari kekerasan, perundungan, hingga pengaruh perilaku negatif.