Waspada Logam Berat pada Sayuran, Peneliti Unand Soroti Bahaya Pestisida dan Pupuk Kimia

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 18 Mei 2026 | 09:04 WIB
Ilustrasi kebun sayuran. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi kebun sayuran. (Foto: Istimewa)



Dalam penelitian tersebut, kandungan tembaga tercatat relatif tinggi. Sementara itu, unsur timbal, arsen, dan kadmium ditemukan dalam konsentrasi lebih rendah, namun tetap perlu mendapat perhatian serius.





Prof. Dian menjelaskan, beberapa jenis logam berat memiliki sifat kimia yang mirip dengan unsur hara tanaman. Hal itu membuat logam berat dapat terserap bersama air dan nutrisi melalui akar tanaman.





Sebagian unsur logam memang tertahan di akar, namun sebagian lainnya dapat bergerak menuju bagian tanaman lain seperti daun, buah, hingga umbi. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko residu logam berat pada bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat.





Ia menyebutkan bahwa sayuran daun seperti bayam, kangkung, dan sawi termasuk tanaman yang relatif mudah mengakumulasi logam berat. Sementara pada tanaman cabai dan tomat, residu pestisida dapat masuk melalui daun sebelum bergerak menuju buah.





Adapun kentang dan bawang merah juga dianggap rentan terpapar karena proses pertumbuhannya berada dekat dengan tanah yang berpotensi tercemar logam berat.





Menurut Prof. Dian, ancaman logam berat pada tanaman pangan sering sulit dikenali karena tidak meninggalkan tanda fisik yang terlihat jelas. Tanaman tetap tampak segar dan produktif meskipun mengandung residu dalam jumlah tertentu.





Padahal, konsumsi logam berat secara terus-menerus meski dalam jumlah kecil dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan manusia. Kadmium diketahui dapat menumpuk di ginjal dan tulang, sedangkan timbal berisiko mengganggu sistem saraf serta perkembangan anak.





Karena itu, ia mendorong petani agar menggunakan pestisida secara lebih bijaksana dengan mengikuti dosis anjuran. Selain itu, jeda aman antara penyemprotan dan masa panen juga harus diperhatikan guna mengurangi risiko residu pada hasil pertanian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X