Khusus di Asrama Putri Bundo Kanduang, perhatian turut diberikan pada peningkatan fasilitas keamanan. Perbaikan sistem CCTV menjadi salah satu prioritas untuk menunjang kenyamanan dan keamanan mahasiswi selama tinggal di asrama.
Tak hanya menyoroti kondisi fisik bangunan, Fauzan juga mengingatkan mahasiswa agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Ia meminta penghuni asrama menjaga kebersihan dan menerapkan efisiensi penggunaan energi.
"Kami meminta adik-adik mahasiswa untuk bijak dalam penggunaan listrik dan air bersih, terutama saat meninggalkan kamar dalam waktu lama," tambahnya.
Suasana kunjungan berlangsung hangat melalui sesi diskusi antara pihak Badan Penghubung dengan para penghuni asrama. Dalam dialog tersebut, Fauzan menekankan pentingnya menjaga integritas dan nama baik daerah selama menempuh pendidikan di rantau.
Ia menyebut mahasiswa Minang yang berada di luar daerah memiliki tanggung jawab besar sebagai representasi daerah asal.
Salah seorang penghuni asrama, Hata, mengaku senang dengan kunjungan dan dialog yang dilakukan Badan Penghubung Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, pertemuan seperti itu jarang terjadi dan memberi dukungan moral bagi mahasiswa di perantauan.
"Diskusi seperti ini sangat jarang terjadi. Kehadiran Bapak dan tim membuat kami merasa memiliki keluarga yang mengayomi di rantau. Kami berharap pertemuan seperti ini rutin diadakan," ungkapnya.
Menutup kunjungannya, Fauzan kembali menegaskan komitmen Badan Penghubung Sumatera Barat untuk terus mendampingi mahasiswa dan pelajar Minang di berbagai daerah. Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, mahasiswa di rantau merupakan “Duta Pemuda” yang memiliki peran penting dalam menjaga marwah dan nama baik daerah di negeri orang. (*)