Sumbardaily.com - Upaya pembinaan mahasiswa Minang di perantauan terus diperkuat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui pengelolaan dan pengawasan asrama mahasiswa.
Dalam kunjungan ke Asrama Putra Merapi Singgalang (Mersi) dan Asrama Putri Bundo Kanduang di Yogyakarta pada 13–14 Mei 2026, Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumatera Barat, Fauzan Zainoen, menegaskan pentingnya keberadaan asrama sebagai penunjang pendidikan sekaligus tempat pembentukan karakter generasi muda.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas dan fungsi Badan Penghubung Provinsi Sumatera Barat dalam pembinaan generasi muda Minang di luar daerah, sekaligus memastikan pengelolaan aset milik pemerintah daerah berjalan optimal.
Dalam agenda itu, Fauzan bersama Tim Aset melakukan inventarisasi secara menyeluruh terhadap kondisi asrama. Pendataan ulang penghuni dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan fisik bangunan serta fasilitas yang digunakan mahasiswa sehari-hari.
Menurut Fauzan, keberadaan asrama mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi aset penting pemerintah daerah yang harus dijaga bersama.
"Ini adalah aset pemerintah yang harus kita jaga bersama. Sebagai pengelola, kami bertanggung jawab atas keselamatan, keberadaan, serta kelangsungan operasional asrama ini," ujar Fauzan.
Pemeriksaan fasilitas dilakukan secara detail, mulai dari tempat tidur, meja belajar hingga lemari pakaian yang digunakan penghuni asrama. Tim juga mendata sejumlah barang yang dinilai sudah usang namun masih layak digunakan untuk dilaporkan kondisi serta nilai asetnya.