Sumbardaily.com - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Solok Selatan masih menghadapi berbagai kendala meski telah berjalan melalui 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sejumlah persoalan mulai dari minimnya keterlibatan UMKM hingga keterbatasan jumlah penerima menjadi sorotan dalam rapat evaluasi program tersebut.
Evaluasi pelaksanaan MBG digelar di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan pada Rabu (13/5/2026).
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berharap seluruh SPPG yang beroperasi dapat menjalankan layanan sesuai standar prosedur yang berlaku sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Solok Selatan yang juga Wakil Ketua Satuan Tugas MBG, Taufik Effendi, mengatakan program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
“Selain untuk pelajar yang ada di Solok Selatan, bagaimana MBG ini nilai ekonominya juga bisa berdampak pada pedagang di sekitar SPPG yang ada dan masyarakat Solok Selatan pada umumnya,” kata Taufik dalam rapat tersebut.
Namun dalam pelaksanaannya, Satgas MBG Solok Selatan masih menemukan berbagai hambatan di lapangan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah belum optimalnya keterlibatan UMKM dan pelaku usaha lokal sebagai pemasok bahan baku kebutuhan program.