Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan tengah mempercepat proses pendataan masyarakat penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Daerah ini memperoleh kuota cukup besar, yakni 4.000 sambungan baru dari total 8.000 kuota BPBL untuk Provinsi Sumatera Barat.
Besarnya kuota tersebut membuat pemerintah daerah bergerak cepat melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan agar program tepat sasaran. Pasalnya, masih ditemukan sejumlah persoalan dalam basis data penerima yang digunakan saat ini.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Solok Selatan, Taufik Effendi, mengatakan data penerima BPBL bersumber dari DTSEN. Namun, hasil verifikasi di lapangan menunjukkan masih terdapat data yang perlu disesuaikan.
"Hasil temuan wali nagari, ada beberapa penduduk yang sebenarnya bukan berdomisili di wilayah tersebut namun masuk dalam basis data. Karena itu, kami memahami bahwa basis data BPBL ini memang tidak bisa dipastikan 100 persen akurat," kata Taufik, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya melengkapi kekurangan data penerima untuk memenuhi kuota yang telah diberikan. Selain itu, pemerintah kabupaten juga mengusulkan tambahan penerima di luar kuota berdasarkan kondisi riil masyarakat di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat rumah tangga berpenghasilan rendah di Solok Selatan yang belum menikmati akses listrik. Pemerintah daerah pun meminta seluruh wali nagari aktif melakukan pengecekan langsung terhadap calon penerima bantuan.
Proses verifikasi dan validasi itu dituangkan dalam berita acara pemeriksaan data BPBL. Tidak hanya itu, wali nagari juga diminta menyusun berita acara usulan tambahan bagi warga yang dinilai layak menerima bantuan namun belum masuk kuota di masing-masing nagari.