“Penerbitan sukuk ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah,” jelas Mahyeldi.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat literasi ekonomi syariah melalui berbagai forum internasional dan program pendukung lainnya.
Beberapa program yang terus dikembangkan di antaranya Seminar Wakaf Internasional, World Islamic Entrepreneur Summit (WIES), program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), Zona KHAS, hingga digitalisasi transaksi berbasis QRIS Syariah di masjid maupun UMKM.
Melalui berbagai langkah tersebut, Mahyeldi menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk menjadikan daerah itu sebagai pusat industri halal terkemuka di wilayah Sumatera dan Indonesia bagian barat.
“Kami ingin menjadikan Sumbar sebagai pusat industri halal terkemuka di wilayah Sumatera dan Indonesia bagian barat,” tegasnya. (*)